Suara.com - Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Rusia Vladimir Putin, pertama kalinya bertatap muka di sebuah pertemuan puncak G20. Pertemuan ini diwarnai demonstrasi kekerasan dan keretakan antara Amerika dan sekutu Barat, mengenai perubahan iklim dan perdagangan.
"Kami berharap banyak hal positif terjadi bagi Rusia, untuk Amerika Serikat dan untuk semua orang yang berkepentingan. Merupakan suatu kehormatan untuk bersamamu," kata Trump.
Sementara itu, Putin menyambut jabat tangan Trump dengan senang.
"Saya senang bisa bertemu dengan Anda secara pribadi dan saya harap seperti yang Anda katakan, pertemuan kita akan menghasilkan hasil yang nyata," ucapnya.
Menurut para analis, pertemuan kedua negara adidaya ini dapat mempengaruhi berbagai isu dunia, mulai krisis Korea Utara, konflik di Suriah, Ukraina hingga perjanjian pelucutan senjata AS-Rusia, perdagangan dunia serta pemanasan global.
Pertemuan dua karakter pemimpin negara yang jauh berbeda ini, menjadi salah satu hal menarik di KTT G20 tahun ini, yang berlangsung di Hamburg, Jerman.
Sementara itu, di luar ruang pertemuan G20 yang dijaga ketat, para pemrotes menghalangi Ibu Negara AS Melania Trump di tempat tinggalnya. Demonstran membakar mobil, menghancurkan jendela toko, melepaskan tembakan ke helikopter polisi dan bahkan menebas ban kendaraan milik delegasi Kanada.
Kekerasan memaksa polisi Hamburg untuk memanggil bala bantuan dari negara-negara Jerman lainnya, dan penyelenggara G20 secara drastis membatasi pejabat tamu yang berkunjung.
"Polisi Hamburg tidak bisa memberi izin kepada kami untuk pergi," kata juru bicara wanita pertama, Stephanie Grisham, yang menjelaskan mengapa dia terpaksa melewatkan tur pelayaran. [AFP]
Baca Juga: Hadiri KTT G20, Presiden Jokowi Telah Tiba di Jerman
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir