Suara.com - Dua warga negara Iran di Amerika Serikat didakwa dengan tuduhan melakukan peretasan (hacking) sebuah perusahaan dan mencuri perangkat lunak sensitif yang digunakan untuk merancang peluru dan hulu ledak. Hal ini diungkap Departemen Kehakiman.
Mohammed Saeed Ajily (35) dan Mohammed Reza Rezakhah (39) direkrut untuk masuk ke komputer perusahaan untuk mencuri perangkat lunak mereka> Tujuannya untuk dijual kembali ke universitas Iran, militer dan pemerintah.
Kedua lelaki tersebut diduga masuk ke komputer Arrow Tech Associates yang berbasis di Vermont.
Surat dakwaan tersebut mengatakan bahwa mereka mencuri pada tahun 2012 perangkat lunak perusahaan balistik Prodas, yang digunakan untuk merancang dan menguji peluru, hulu ledak dan proyektil persenjataan militer lainnya.
Bahan yang dicuri dari Arrow Tech ini dilindungi oleh kontrol AS terhadap ekspor teknologi sensitif. Distribusinya ke Iran dilarang oleh atas sanksi AS terhadap negara tersebut.
Kedua lelaki tersebut dituntut di Rutland, pengadilan distrik federal Vermont, yang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk kedua orang tersebut, yang diyakini berada di Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan