Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memenuhi target Program Satu Juta Rumah, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan berbagai skema bantuan kepemilikan rumah sederhana. Tidak hanya mengejar kuantitas, Kementerian PUPR pun fokus pada peningkatan kualitas rumah.
"Kalau peminat rumah bersubsidi banyak, kita akan tambahkan lagi tahun depan, agar lebih banyak lagi. Rumah bersubsidi ini dibangun swasta, tapi atas back up subsidi pemerintah," kata Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi,) usai meninjau proyek penyediaan rumah tapak (landed house) bersubsidi untuk MBR, di Perumahan Griya Setia Bangsa, Kampar, Pekanbaru, Riau, Minggu (23/7/2017).
Turut mendampingi presiden adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, Mensesneg, Pratikno, Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rachman, Bupati Kampar, Azis Zaenal, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono dan Direktur Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan Ditjen Pembiayaan Perumahan, Arvi Argiyantoro.
KPR Subsidi bagi MBR yang digulirkan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memiliki keuntungan, yakni bebas PPN, uang muka 1 persen, suku bunga tetap 5 persen dan dapat dicicil hingga 20 tahun. Selain itu juga terdapat subsidi perumahan, mulai dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Bantuan Prasarana dan Sarana Umum (PSU) untuk perumahan bagi MBR dalam rangka memberikan akses MBR untuk memiliki rumah dan akan terus ditingkatkan setiap tahunnya.
Untuk mengontrol kualitas perumahan bersubsidi, Presiden Jokowi mengungkapkan akan terus blusukan, meninjau pembangunan rumah bersubsidi di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus mengawasi kualitas pembangunan yang dilakukan para pengembang.
Usai acara, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyatakan akan meningkatkan kualitas rumah subsidi yang dibangun. Kementerian PUPR akan melakukan pembahasan bersama bank-bank penyalur subsidi, developer dan stakeholder lainnya untuk menyusun rating kualitas perumahan dengan menjadikan salah satu perumahan MBR yang dinilai baik sebagai .
Ia menekankan agar pengembang terus membangun rumah yang berkualitas bagi MBR, salah satunya dengan menyediakan kualitas air bersih sebagai kebutuhan dasar penghuni rumah bersubsidi.
"Saya utamakan air. Tadi saya coba airnya cukup bagus" ujar Menteri Basuki.
Selain itu, ia juga mengingatkan pengembang untuk menyiapkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang layak bagi penghuni.
Untuk meningkatkan kualitas kawasan hunian tersebut, Kementerian PUPR juga akan memberikan bantuan Prasarana dan Sarana Umum (PSU), seperti jalan lingkungan dan drainase. Menteri Basuki juga meminta agar penyaluran bantuan PSU tersebut senantiasa diawasi sehingga tepat sasaran.
Selain memberikan berbagai skema bantuan pembiayaan perumahan, pemerintah juga terus mendorong kemudahan perizinan yang saat ini sudah didukung dengan Surat Edaran Mendagri untuk mempermudah dan mempercepat perizinan terkait pembangunan rumah bagi MBR di daerah, yang sudah disosialisasikan secara online.
Kemudahan perizinan yang terus didorong terkait perumahan diantaranya mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Layak Fungsi (SLF), agar kualitas bangunan dan lingkungan perumahan sejahtera tetap terjaga.
Saat meninjau perumahan tersebut untuk persiapan kehadiran Presiden Jokowi, Menteri Basuki juga sempat berbincang dengan salah satu penghuni perumahan tersebut, Ibu Ida Susanti. Ia menyatakan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan perumahan bersubsidi dan telah merasakan manfaatnya untuk dapat memiliki rumah dengan harga terjangkau.
Menteri Basuki bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Dirut BTN, Maryono menyempatkan pula mampir ke salah satu warung di kompleks Griya Setia Nusa milik penghuni MBR untuk menikmati secangkir kopi dan pisang goreng.
(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dan Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
DPR Mulai Bahas RUU Pertanggungjawaban APBN 2025, Fraksi Sampaikan Sikap
-
Siap Hadapi Darurat Perairan, Tim ERT NHM Kini Kantongi Lisensi Diving Profesional
-
KPK Kantongi Hasil Kajian dan Perbaikan Program MBG, Langsung Diserahkan ke BGN
-
Diduga Akibat Alat Berat Dinas SDA, Jalan Cinta Pulogadung Amblas hingga Akibatkan 5 Rumah Retak
-
Dompet Dhuafa Dukung Pembangunan Masjid Al Muttaqin sebagai Islamic Culture Center di Chiba, Jepang
-
Raja Juli Antoni Disebut Keliru, Amplop dari Bupati Kuansing Seharusnya Dilaporkan ke KPK
-
Dokter Paru Ingatkan Dampak Kesehatan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kelompok Rentan Harus Waspada
-
Bukan di Istana, Prabowo Pilih Terima Tony Blair dengan Penuh Kekeluargaan di Rumah Pribadi
-
Mendadak Datangi Gedung Merah Putih KPK, Kepala BGN Nanik Sudaryati Beri Penjelasan Singkat
-
Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?