Suara.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Polisi Budi Waseso mengatakan sindikat internasional yang berhasil digerebek di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu sore (26) sudah enam kali menyelundupkan sabu ke Indonesia.
Pada penggerebekan tersebut berhasil disita 284,3 kilogram sabu dan mengamankan dua tersangka dalam keadaan hidup warga negara Indonesia berinisial S dan AD. Sedangkan seorang tersangka berinisial KHH warga negara Taiwan tewas ditembak petugas.
"Menurut keterangan sementara dari para tersangka yang ditangkap mengatakan sudah enam kali memasukkan sabu ini ke Indonesia," kata Budi Waseso yang akrab dengan panggilanBuwas.
Mengenai jumlah sabu yang sudah masuk enam kali ke Indonesia oleh sindikat Taiwan, Budi Waseso tidak dapat menyebut jumlah pastinya.
"Jumlahnya diperkirakan sama banyaknya dengan jumlah sabu yang ada sekarang ini," kata Buwas.
Keberhasilan penangkapan sabu ini merupakan hasil kerja sama dengan Kepolisian China yang telah memberikan informasi sudah satu bulan lalu, katanya.
Sabu seberat 284,3 kilogram tersebut dimasukkan dalam mesin pemoles sepatu sebanyak delapan unit yang menggunakan jalur laut.
"Ini modus baru yang dikamuflase dan sudah terdeteksi yang melalui jalur Kalimantan Barat. Dan ini kemasannya berbeda dari yang kemarin menggunakan kemasan teh, sekarang menggunakan aluminium foil," kata Buwas. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik