Suara.com - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir mengalami gangguan aliran darah di kakinya sehingga menyebabkan pembengkakan pada bagian kaki.
"Masalah vena dalam tidak kuat untuk memompa darah ke atas, katup-katup tidak ditemukan sumbatan dan 'flow' arteri pembuluh darah utama bagus alirannya. Masalahnya di vena dalam dan katub yang menyebabkan kaki ustad bengkak," ujar Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Joserizal Jurnalis di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).
MER-C sebagai lembaga kesehatan yang ditunjuk oleh keluarga Ba'asyir memaparkan kondisi kesehatan terakhir Ba'asyir dari pemeriksaan di RS Harapan Kita pada Kamis (10/8/2017), setelah mendapat persetujuan dari keluarga.
Saat dilakukan pemeriksaan jantung, ia mengatakan ditemukan penyumbatan, tetapi secara umum kondisi jantung pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min, Ngruki itu baik. Lebih lanjut Joserizal menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan itu, diketahui jumlah leukosit dan trombosit kurang serta terdapat hernia diafragma.
"Ada beberapa perlu diperhatikan albumin rendah bisa menyebabkan bengkak, jadi makan spesifik supaya albumin naik dan bengkak bisa dikeluarkan," ujarnya.
Dengan kondisi seperti itu, menurut Joserizal, sebagai orang yang berusia 80 tahun, masalah bisa datang kapan saja kalau tidak mendapat perawatan yang benar.
Pihaknya telah berpesan pada Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, untuk menghubungi MER-C jika kondisi Ba'asyir memburuk agar dapat dilakukan perawatan secepatnya.
Ada pun Ba'asyir dibawa ke RS Harapan Kita pada Kamis (10/8/2017), dan menjalani pemeriksaan dari siang hingga sore, selanjutnya kembali ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (11/8/2017), dengan pengawalan ketat pihak lapas. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik