Bagir Manan. (suara.com/Kurniawan Masud)
Presiden Joko Widodo menganugerahi tanda kehormatan Republik Indonesia kepada tokoh yang berjasa pada bangsa di Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/8/2017). Upacara penganugerahan tanda kehormatan yang dipimpin Presiden merupakan bagian dari peringatan Kemerdekaan RI ke 72.
Penganugerahan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana diberikan kepada mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2017 almarhum Hasyim Muzadi.
Bagir Manan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers.
Penghargaan Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial Marianna Sutadi. Kemudian untuk Bintang Jasa Utama diberikan kepada Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 dan 2013-2018 Christiandy Sanjaya.
Bintang Penegak Demokrasi diberikan Jokowi kepada Komisioner KPU RI periode 2012-2017 Hadar Nafis Gumay.
Kepala Negara memberikan penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma kepada tiga orang, yakni Almarhum Soerjatmoko (filsuf dan pendidik), Almarhum Dullah (pelukis) dan Toety Heraty Noerhadi Roosseno (penulis).
Paskibraka
Presiden mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas pada Kamis (17/8/2017) di Istana.
"Pada hari ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai paskibraka yang akan bertugas di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2017. Ini sebagai tanda dikukuhkannya Paskribraka di seluruh Indonesia dan semoga dapat melaksanakan tugas ini dengan baik," kata Jokowi.
Semua anggota paskibraka tingkat nasional yang terdiri dari siswa dan siswi dari 34 provinsi tersebut membacakan ikrar dan sumpah.
Upacara pengukuhan dihadiri oleh menteri Kabinet Kerja dan pejabat negara, dia ntaranya Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menko PMK Puan Maharani, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakapolri Komjen Syafruddin.
Penganugerahan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana diberikan kepada mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2017 almarhum Hasyim Muzadi.
Bagir Manan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers.
Penghargaan Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial Marianna Sutadi. Kemudian untuk Bintang Jasa Utama diberikan kepada Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 dan 2013-2018 Christiandy Sanjaya.
Bintang Penegak Demokrasi diberikan Jokowi kepada Komisioner KPU RI periode 2012-2017 Hadar Nafis Gumay.
Kepala Negara memberikan penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma kepada tiga orang, yakni Almarhum Soerjatmoko (filsuf dan pendidik), Almarhum Dullah (pelukis) dan Toety Heraty Noerhadi Roosseno (penulis).
Paskibraka
Presiden mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas pada Kamis (17/8/2017) di Istana.
"Pada hari ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai paskibraka yang akan bertugas di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2017. Ini sebagai tanda dikukuhkannya Paskribraka di seluruh Indonesia dan semoga dapat melaksanakan tugas ini dengan baik," kata Jokowi.
Semua anggota paskibraka tingkat nasional yang terdiri dari siswa dan siswi dari 34 provinsi tersebut membacakan ikrar dan sumpah.
Upacara pengukuhan dihadiri oleh menteri Kabinet Kerja dan pejabat negara, dia ntaranya Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menko PMK Puan Maharani, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakapolri Komjen Syafruddin.
Komentar
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi