- Sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla disandera militer Israel di perairan Laut Mediterania.
- LBH PB SEMMI mengecam penyanderaan tersebut sebagai pelanggaran HAM serius karena merampas kemerdekaan para jurnalis asal Indonesia.
- Presiden Prabowo didesak segera berdiplomasi dengan Perdana Menteri Israel untuk membebaskan seluruh WNI yang tertahan akibat insiden tersebut.
Suara.com - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Gurun Arisastra, menanggapi soal sembilan orang warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh tentara Zionis Israel.
Juru bicara aliansi 40 ormas Islam ini menilai jika penyanderaan tersebut merupakan sebuah pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
"Iya kita prihatin ini terjadi, ditahannya jurnalis asal Indonesia tentu ini pelanggaran ham yang serius karena merampas kemerdekaan,” kata Gurun, kepada wartawan, lewat pesan singkat, Selasa (19/5/2026).
Kader Syarikat Islam ini mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto agar sesegera mungkin membebaskan seluruh sandera yang ditangkap oleh zionis Israel di perairan Laut Mediterania.
Sebab, lanjut Gurun, kini Indonesia tergabung dalam Board of Peace yang memungkinkan dapat berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Indonesia kan bersama Israel bergabung dalam Board of Peace bentukan Presiden Trump, tentu kami minta Presiden Prabowo dapat berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel agar segera membebaskan Jurnalis asal Indonesia,” tandas Gurun.
Sebelumnya, armada kapal misi kemanusiaan untuk Gaza, Palestina yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2026, dikepung oleh sejumlah kapal perang militer zionis Israel di perairan Laut Mediterania.
Akibat insiden tersebut, keselamatan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di dalam armada tersebut kini dalam kondisi terancam.
Informasi per Senin (18/5/2026) malam pukul 19.00 WIB menyebutkan bahwa satu WNI telah terdeteksi mengalami intersepsi langsung oleh pihak militer Israel.
Baca Juga: Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
Koordinator Dewan Pengarah Gerakan Penggalangan Clean Initiative (GPCI) Maimon Herawati mengonfirmasi bahwa status bahaya atau red alertsudah ditetapkan sejak Minggu malam.
“Sebenarnya dari kemarin malam ini sudah mulai red alert. Maksudnya, kami karena positif pada tingkat 1 ya. Sudah terdeteksi kapal-kapal dan drone sekitar Flotilla, Global Sumud Flotilla," ujar Maimon melalui siaran Zoom langsung dari Command Center di Turki saat konferensi pers di Jakarta, Senin (18/5/2026) malam.
Laporan dari Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan bahwa militer Israel mulai menghambat pergerakan armada yang membawa bantuan logistik darurat tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya