-
Militer Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan Gaza di perairan internasional dekat Siprus.
-
Adik Presiden Irlandia bersama ratusan relawan internasional ditahan dalam operasi laut tersebut.
-
Insiden pencegatan memicu kecaman global atas pemblokiran pasokan medis ke Gaza.
Suara.com - Adik kandung presiden Irlandia ikut ditangkap tentara Israel dalam penghadangan armada laut sipil di perairan internasional. Selain itu Israel juga tangkap puluhan aktivis dunia
Adik kandung presiden Irandia itu merupakan dokter spesialis.
Misi pelayaran kemanusiaan kali ini membawa pesan perlawanan terhadap penutupan akses logistik yang menyengsarakan jutaan warga sipil.
Penangkapan para pekerja medis ini memicu desakan investigasi pelanggaran hukum laut internasional oleh berbagai lembaga kemanusiaan.
Operasi penyergapan oleh pasukan pertahanan Tel Aviv berlangsung pada jarak sekitar 70 mil laut dari wilayah Siprus. Sebanyak 28 armada kapal motor kehilangan kontak navigasi setelah dikepung oleh otoritas bersenjata secara mendadak.
Iring-iringan kapal yang bertolak dari Turki selatan tersebut membawa ratusan delegasi lintas negara yang mengusung misi kedamaian. Total terdapat 426 peserta dari 39 kewarganegaraan yang bergabung dalam gerakan penyelamatan terintegrasi ini.
Pemerintah Tel Aviv mengklaim bahwa pergerakan puluhan kapal tersebut merupakan bentuk tindakan provokatif yang tidak membawa muatan logistik. Satu jam sebelum penyergapan, perintah pemaksaan balik arah telah dikeluarkan oleh menlu negara tersebut.
Sebelum kehilangan akses komunikasi, Dr Margaret Connolly sempat mendokumentasikan pesan video mengenai motivasi keterlibatannya dalam pelayaran ini. Kerabat dari Catherine Connolly tersebut menegaskan pentingnya membuka koridor penyelamatan kehidupan di wilayah konflik.
"Saya sangat bangga bisa berpartisipasi dalam armada ini. Ini adalah yang terbesar hingga saat ini, dan sekarang kami berlayar ke Gaza untuk membuka jalur kemsiaan guna membawa bantuan dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Gaza," ujar Dr Margaret Connolly dikutip dari Skynews.
Baca Juga: Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza
Kondisi darurat kesehatan di dalam wilayah tujuan menjadi dorongan moral terbesar bagi para dokter untuk menembus barikade pelayaran. Solidaritas kemanusiaan dinilai harus berdiri di atas segala bentuk pembatasan politik unilateral.
"Saya merasa sangat terdorong - sebagai seorang ibu, seorang dokter, dan sebagai seorang manusia - untuk membantu dalam armada ini," tambah Dr Margaret Connolly.
Pihak penyelenggara gerakan menyatakan bahwa enam warga negara Irlandia telah diculik, sementara sembilan relawan lainnya terancam bahaya. Perwakilan koalisi, Karen Moynihan, meminta Dublin segera mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan para sandera.
Kementerian Luar Negeri Irlandia menyatakan pihaknya sedang memantau situasi secara intensif dan berkomunikasi dengan pihak berwenang. Pemerintah berkomitmen menyediakan fasilitas bantuan konsuler penuh bagi seluruh warga yang terdampak insiden laut tersebut.
Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan apresiasi tinggi terhadap tindakan taktis yang dilakukan oleh para tentaranya. Pemimpin yang tengah menghadapi persidangan kasus internal tersebut mengklaim tindakan itu demi keamanan nasional.
Netanyahu menyebut operasi militer itu berhasil dalam "...menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk memecah isolasi yang kami terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza".
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa Ormas GRIB Jaya Gegara Konten Kritik Hercules, Ini 8 Faktanya!
-
Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen
-
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Bakal Ramaikan Kota Bandung
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal
-
WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu
-
Kebon Pala Kembali Terendam Banjir 1,4 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai Dua
-
10 Menteri Luar Negeri Dunia Kecam Serangan Israel Flotilla Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?
-
WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi
-
RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia