Suara.com - PT. Jakarta Commuter Line yang mengelola kereta listrik Jabodetabek memberikan layanan khusus selama 17 Agustus memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Vice President Communication PT. Jakarta Commuter Eva Chairunisa mengatakan layanan tersebut berupa perjalanan gratis bagi penumpang yang menggunakan tiket elektronik.
Ia menjelaskan walaupun ada layanan perjalanan gratis, penumpang tetap harus memenuhi aturan penggunaan tiket elektronik yaitu memiliki saldo minimal Rp10 ribu dan juga melakukan tap in dan tap out sebelum dan sesudah menggunakan jasa KRL saat keluar dari stasiun.
KAI Commuter Jabodetabek sebagai operator layanan KRL Jabodetabek akan memberikan layanan KRL gratis ini kepada seluruh pengguna KRL yang memakai Kartu Multi Trip dan Tiket Harian Berjaminan.
Selain KRL gratis, KCJ juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya dalam memeriahkan HUT RI.
Sejak pekan lalu KCJ menggelar lomba fotografi melalui Instagram dengan obyek foto KRL dan Stasiun Tanjung Priok, sebagai salah satu stasiun dengan nilai sejarah yang tinggi.
Puncaknya pada 17 Agustus 2017, KCJ menggelar sejumlah kegiatan bersama komunitas pengguna KRL di Stasiun Tanjung Priok, antara lain cosplay kostum perjuangan, permainan khas 17-an, serta berbagai hiburan.
Mereka yang mengikuti berbagai kegiatan tersebut memiliki kesempatan untuk membawa pulang sejumlah hadiah menarik.
Berita Terkait
-
Link dan Cara Voting Logo HUT ke-81 RI, Ini Kandidat Resmi yang Bersaing
-
Masyarakat Diajak Pilih Logo Resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Dirut KAI: 14 Orang Meninggal, 84 Luka-luka, Total Korban KA di Stasiun Bekasi Timur
-
Integrasikan Transum di Dukuh Atas, Pramono Targetkan Jakarta Punya 'Cincin Donat' Tahun 2026
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Program Sertipikat Tanah Gratis BPN di HUT RI ke-80?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT