Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam YM Nguyen Phu Trong bertemu pimpinan MPR, DPR, dan DPD, Selasa (22/8/2017).
Pertama-tama, Nguyen Phu Trong menemui Wakil Ketua MPR EE Mangindaan. Mangindaan mengatakan pertemuan ini diharapkan bisa memperat hubungan antar kedua negara. Politikus Demokrat menambahkan dua negara ini sepakat untuk menjaga perdamaian di kawasan ASEAN.
"Dan, kami terima sebagai negara sahabat, bukan masalah ideologi. Kalau Ideologi kita Pancasila. Sebagai negara kita bersahabat dengan negara dan bangsa lain, itu sah-sah saja," kata Mangindaan.
Setelah itu, Nguyen Phu Trong bertemu Ketua DPR Setya Novanto. Novanto ketika itu didampingi Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Meutya menerangkan pertemuan ini membahas masalah perdagangan dan investasi antar dua negara.
"Bagaimana meningkatkan perdagangan kita yang mencapai 6 miliar dollar Amerika Serikat," kata dia.
Politikus Partai Golkar menegaskan pertemuan tersebut tidak membahas ideologi. "Kita menerima sebagai tamu negara. Tidak ada bahasan tentang ideologi (komunisme)," ujarnya.
Setelah bertemu Mangindaan dan Novanto, Nguyen Phu Trong menemui Ketua DPD Oesman Sapta Odang. Oesman tidak merinci hasil pertemuannya. Namun, dia berharap pertemuan kali ini bisa memperat hubungan kedua negara ini.
"Kita kan masih impor juga beras dari dia kan," kata Ketua Umum Partai Hanura.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa