Suara.com - Hingga saat ini, korban penipuan biro perjalanan umroh, PT First Travel masih terus berdatangan ke posko pengaduan yang dibuka oleh Bareskrim Mabes Polri, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2017).
Jumlah pengadu sejak 16-28 Agustus 2017 telah mencapai 22.890 dan diperkirakan akan terus bertambah setiap hari.
Hari ini saja sekitar 50 orang sudah mendatangi posko pengaduan untuk mengisi formulir pelaporan. Mereka terlihat tertib mengantri untuk mendapatkan pelayanan dari petugas pengaduan.
Pelayanan pengaduan dibuka setiap hari kerja mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Hal ini agar memudahkan pihak kepolisian untuk melakukan pendataan jumlah korban. Selain itu, dengan adanya posko pengaduan ini, korban juga dimudahkan dalam menyalurkan aspirasinya.
Selain membuka posko pengaduan, di saat yang bersamaan, Bareskrim juga mulai mengembalikan paspor yang disita kepada korban. Hingga Senin kemarin, jumlah paspos yang sudah dikembalikan yaitu 2.229 dari sekitar 140.000 paspor. Pelayanan pengembalian paspor ini juga terus dibuka, termasuk hari ini.
Seperti diketahui, Sebanyak 58.682 calon jemaah belum diberangkatkan First Travel. Sedangkan total jumlah kerugian para korban kurang lebih Rp848,700 miliar.
Sementara itu, Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya masih terus menelusuri aset yang dimilki First Travel dan mencari keberadaan uang -uang yang sudah dihimpun dari para calon jamaah.
"Karena untuk sementara kita baru dapat sangat minim. Kita dapat di bawah Rp5 juta yang dari buku tabungan yang ada," kata Ari Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017).
Ari mengatakan pihaknya belum bisa memberikan informasi baru terkait perkembangan penyidikan kasus First Travel.
Baca Juga: 14 Ribu Paspor Calon Jamaah First Travel, Ini Cara Pengambilannya
"Jadi kita masih nunggu. Untuk perkembangan yang lain belum bisa, kita masih proses penyidikan," kata Ari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan