Suara.com - Konselor Myanmar, Aung San Suu Kyi, mendapat banyak kritik dari komunitas internasional sejak konflik berdarah militer dengan komunitas Rohingya di Rakhine kembali terjadi pada dua pekan lalu.
Kritik itu turut dilontarkan kepada Suu Kyi karena penerima Nobel Perdamaian 1991 itu cenderung bungkam, dan menilai krisis Rohingya disebabkan peredaran berita maupun foto hoaks di tingkat internasional.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon turut mengkritik Suu Kyi. Bedanya, politikus Partai Gerindra itu mengkritik Suu Kyi melalui sajak yang berjudul Rohingya.
Berikut puisi tersebut:
ROHINGYA
Kepada Aung San Suu Kyi
Rohingya adalah wajah politik dunia
Potret kebiadaban sangat nyata
Baca Juga: Bocah SD hingga Warganet, Ramai-Ramai Galang Dana untuk Rohingya
Pameran keangkuhan dihiasi
Kemunafikan
Tatanan bobrok kekuasaan
Dan kau diam seribu bahasa
Bersolek dibalik keanggunan
Mendekap erat Nobel perdamaian
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan