Suara.com - Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tak hanya pos lintas batas negara (PLBN) dan bendungan saja. Pada 2016, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, telah menyelesaikan penataan kawasan Pantai Pasir Panjang di Kota Kupang.
Penataan kawasan bertujuan untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH) Kota Kupang dan menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata.
Pantai Pasir Panjang, yang berjarak 4,2 km atau ditempuh dengan waktu 12 menit dari pusat kota lama, kini telah tertata rapi dan menjadi kawasan terbaik untuk menikmati pesona matahari terbenam di Kota Kupang. Penataan kawasan tersebut memakan anggaran sebesar Rp 4,72 miliar.
Pekerjaan yang dilakukan berupa pekerjaan perbaikan jalan, taman, lampu, pembangunan toliet, dan pos jaga.
Pada tahun yang sama, di Provinsi NTT, Kementerian PUPR juga telah menata bangunan di sekitar kampung tradisional Todo, Kabupaten Manggarai, dengan anggaran Rp 1,9 miliar. Kini Kampung Todo menjadi lebih rapi dan indah, sehingga bisa menunjang kegiatan masyarakat.
Adapun area penataan seluas 5,13 hektare. Kampung Todo juga diharapkan bisa menjadi destinasi wisata dan promosi budaya NTT.
Selain NTT, Kementerian PUPR juga menata kawasan di kota/kabupaten lainnya sebagai bagian dari stimulan dari pemerintah pusat untuk mendorong komitmen para kepala daerah mewujudkan komitmen kota hijau.
Penataan di Kawasan Lain di Indonesia
Selain di NTT, pemerintah juga menata kawasan-kawasan lain di Indonesia.
Di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Temanggung, Kementerian PUPR membangun RTH seluas 10 ha, yang dapat menampung 11 ribu pengunjung, dengan dana sebesar Rp 4,7 miliar. RTH Temanggung juga diharapkan menjadi tujuan wisata dan wahana bagi promosi budaya, pembangunan, dan pusat pembangunan. RTH Temanggung dilengkapi lapangan olahraga, playground, musala, dan sirkuit BMX.
Penataan kota hijau juga dilakukan di Kalimantan Timur, tepatnya di tepi Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kertanegara dan Taman Adipura, Kota Bontang. Hasil penataan ini kini mampu mempersembahkan taman, jogging track, panggung pertunjukan, lokasi parkir sepeda, sumur resapan, toilet, komposter sampah, dan pos jaga.
Untuk penataan Kota Baru, Kota Ternate, di Provinsi Maluku Utara, Kementerian PUPR memperbaiki kualitas lingkungan pada area reklamasi kawasan pesisir pantai Kota Ternate, dengan anggaran sebesar Rp 4,21 miliar. Di kawasan ini sudah tersedia anjungan dan schulpture, pekerjaan huruf, pedestrian, tempat duduk, lampu taman, pergola, dan tanaman.
Kota-kota tersebut tersebut merupakan kota/kabupaten, dimana pemerintah daerahnya telah bergabung dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). P2KH sendiri merupakan prakarsa dan bentuk tanggung jawab yang diinisiasi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR bersama dengan pemerintah kota/kabupaten guna mewujudkan ruang perkotaan yang lebih berkualitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Pada 2016, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penanganan kawasan kumuh seluas 2.162 ha, yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Pada 2017, terdapat tambahan 9 pemerintah kabupaten/kota yang mengikuti P2KH.
(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dan Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan