Anggota Komisi I DPR dari PKS Sukamta [suara.com/Dian Rosmala]
Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera bersama lebih dari 30 organisasi masyarakat menyalurkan Rp1,2 miliar bantuan kepada pengungsi Rohingya, Myanmar. Dana tersebut disalurkan melalui Dompet Dhuafa, PKPU Human Initiative dan Laziz Dewan Dakwah.
Direktur Crisis Center Rohingya dari PKS Sukamta menyerahkan dana bantuan secara simbolik kepada perwakilan tiga lembaga yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/9/2017).
Sukamta mengatakan bantuan ini berasal dari masyarakat Indonesia yang dihimpun selama beberapa hari.
"Aksi bela Rohingya itu diharapkan bisa memberikan tekanan kepada pemerintah Myanmar dan dunia internasional agar segera hentikan tindakan pengusiran dan kekerasan. Di sisi lain kita juga terus salurkan bantuan kepada warga Rohingya yang terpaksa harus hidup di pengungsian," kata Sukamta.
Anggota Komisi I DPR menambahkan crisis center for Rohingya bentukan PKS hingga kini masih bergerak menggalang dana. Di luar dana kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya, crisis center PKS sudah menyalurkan bantuan senilai Rp3,8 miliar.
"CC4R PKS di daerah bekerjasama dengan lembaga donor di daerah bekerjasama dengan lembaga donor di daerah masing-masing untuk menitipkan amanah bantuan ke masyarakat Rohingya," kata Sukamta.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Di Balik Jeruji Besi: Nasib Tragis Ratusan Pengungsi Rohingya di Penjara Bangladesh
-
Ini Alasan Warga Aceh Tidak Ingin Menerima Pengungsi Rohingya
-
Puluhan Pengungsi Etnis Rohingya Dipindahkan dari Gedung PMI ke Kantor Bupati Aceh Barat, Mengapa?
-
Masa Depan Pengungsi Rohingya di Tanah Rencong, Sempat Ditolak Dua Kali Warga
-
Asal-usul Pengungsi Rohingya: Alami Persekusi di Myanmar dan Ditolak di Aceh
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat