Suara.com - Setelah bertemu Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical), Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan banyak hal yang dibahas. Salah satunya terkait kondisi terkini di internal partai berlambang pohon beringin itu.
Menurut Dedi, konflik yang terjadi di internal membuat elektabilitas partai yang diketuai Setya Novanto itu mengalami penurunan di tingkat nasional. Tetapi itu tidak terjadi untuk wilayah Jawa Barat.
"Secara nasional Partai Golkar mengalami penurunan, dan di Jawa Barat mengalami kenaikan. Sehingga harapan kami pada Ketua Dewan Pembina adalah yang mengalami kenaikan terus dipertahankan," ujar Dedi di Bakrie Tower, Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).
"Dan yang mengalami penurunan dicari cara-cara bagimana Golkar kembali memiliki elektabilitas yang baik. Sehingga tidak menjadi pemenang di bawah yang kedua di 2019 nanti," lanjut Dedi.
Terkait isu mahar Rp10 miliar jika ingin mendapatkan tiket maju sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018, Dedi mengaku hal itu tidak disinggung oleh Ical.
"Saya nggak ditanya itu. Tapi kami sudah menyampaikan-lah ke Dewan Pakar. Itu yang saya dapat saya sampaikan," kata Dedi.
Sebelumnya, Dedi mengatakan ada kader Partai Golkar yang menawarkan tiket maju di Pilgub Jawa Barat asal mau menyetorkan uang Rp10 miliar. Hal ini menurutnya telah ia laporkan ke Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT