Rumah politikus PKS Luthfi Hasan Ishaaq [suara.com/Nikolaus Tolen]
Komisi Pemberantasan Korupsi akan melelang rumah politikus PKS Luthfi Hasan Ishaaq di Jalan Kebagusan Dalam 1, RT 7, RW 4, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/10/2017). Rumah rampasan dari kasus korupsi tersebut akan dilelang dengan harga mulai Rp2.965.171.000.
Rumah berlantai dua yang berdiri di atas tanah seluas 441 meter persegi tersebut terletak di samping musala. Di dalamnya terdapat tujuh buah kamar tidur dengan rincian empat kamar utama, dua kamar pembantu, dan satu kamar supir.
Bangunan tersebut memiliki lima buah toilet dan fasilitas garasi. Rumah ini sudah siap pakai.
Rumah berlantai dua yang berdiri di atas tanah seluas 441 meter persegi tersebut terletak di samping musala. Di dalamnya terdapat tujuh buah kamar tidur dengan rincian empat kamar utama, dua kamar pembantu, dan satu kamar supir.
Bangunan tersebut memiliki lima buah toilet dan fasilitas garasi. Rumah ini sudah siap pakai.
Rumah yang sudah memiliki sertifikat hak milik tersebut akan dilelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III.
Tertarik untuk ikut lelang? Silakan daftar pada Kamis (12/10/2017).
Lelang diselenggarakan di kantor KPKNL Jakarta III, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, nomor 10, Jakarta Pusat.
Luthfi merupakan terpidana dalam kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Dia divonis 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider satu tahun kurungan.
Lutfi bersama rekannya, Ahmad Fathanah, terbukti menerima suap Rp1,3 miliar dari Direktur Utama PT. Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, terkait kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi.
Uang diterima Luthfi ketika masih menjabat anggota Komisi I DPR RI dan Presiden PKS.
Lutfi bersama rekannya, Ahmad Fathanah, terbukti menerima suap Rp1,3 miliar dari Direktur Utama PT. Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, terkait kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi.
Uang diterima Luthfi ketika masih menjabat anggota Komisi I DPR RI dan Presiden PKS.
Komentar
Berita Terkait
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!