Suara.com - Belasan kepala keluarga di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat mengungsi karena rumah mereka rusak berat akibat pergerakan tanah dan empat rumah lainnya terkena longsor.
Camat Sukaresmi, Aris Heriyanto mengatakan, sebagian besar wilayah Sukaresmi rawan terjadi pergerakan tanah dan longsor. Namun yang paling rawan Desa Rawabelut, Desa Cibanteng, Desa Sukamahi, Desa Kubang, Desa Cikancana dan Desa Sukaresmi.
Selama ini, pihaknya telah mengimbau warga melalui aparat desa untuk waspada dan segera mengungsi jika terjadi bencana alam pergerakan tanah, guna menghindari korban jiwa.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun 14 rumah warga rusak, 10 rumah rusak akibat pergerakan tanah dan empat rumah terkena longsor," kata dia, Selasa (14/11/2017).
Selama ini, pihaknya mengimbau warga yang ingin membangun rumah, atau sarana umum agar memperhatikan apa yang telah direkomondasikan terkait wilayah rawan bencana yang terlarang dibangun sesuai petunjuk BPBD Cianjur, agar dipatuhi.
"Pihak kecamatan juga telah melaporkan, ada empat rumah yang terkena longsor di Desa Cibanteng yang bersebelahan dengan Desa Sukaresmi karena ketika musim hujan, daerah tersebut rentan terjadi bencana alam," katanya.
Pihaknya berharap pihak terkait di Pemkab Cianjur, segera turun ke lokasi, guna menentukan status lokasi yang saat ini terus mengalami pergerakan tanah dengan ke dalaman yang terus bertambah terutama ketika hujan kembali turun dengan deras.
"Belasan KK saat ini mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang dinilai aman dari pergerakan tanah dan longsor. Harapan kami pergerakan tanah tidak meluas, namun setiap hari hujan turun dengan intensitas tinggi, terutama menjelang sore," katanya. (Antara)
Baca Juga: Mahasiswi Universitas Brawijaya Tewas Tertimbun Longsor di Kost
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan