Suara.com - Analis politik dari Indonesia Public Institute Jerry Massie menilai pertemuan sesepuh Golkar, 31 pimpinan dewan perwakilan daerah tingkat provinsi, dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin, sebagai bagian dari pendekatan politik persuasif terhadap pemerintah.
"Ini sinyal Golkar akan mengarah ke dukungan ke pemerintah. Saya nilai Golkar tidak mau ada kegamangan politik dengan Pemerintahan Jokowi. Ini PG main save or safe. Lobi sera pendekatan politik persuasif," kata Jerry kepada Suara.com, Jumat (1/12/2017).
Golkar melakukan pendekatan politis agar tetap harmonis dengan pemerintah sampai pemilu presiden tahun 2019.
Jerry meyakini dalam hal ini Jusuf Kalla sebagai mantan ketua umum Partai Golkar PG pasti akan mendukung langkah Golkar
"Ini makna afiliasi politik dilakukan untuk mengamankan posisi dan memperkuat pemerintahan Jokowi," katanya.
Menurut Jerry langkah tersebut wajar karena sejak dulu Golkar tidak pernah berseberangan dengan pemerintah. Sinyal politik Golkar tetap akan berkoalisi sampai pilpres 2019, mereka akan mendukung Presiden Jokowi, katanya.
Pertemuan dengan Jusuf Kalla dilaksanakan setelah pertemuan dengan Jokowi.
Puluhan pimpinan DPD tingkat provinsi itu menginginkan Golkar segera menyelenggarakan munaslub untuk mengganti Setya Novanto yang kini terlilit kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik.
Tag
Berita Terkait
-
Adies Kadir Mundur dari DPR Usai Dipilih Jadi Hakim MK, Posisinya Berpeluang Diganti Anaknya Adela
-
Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK
-
Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid
-
Sari Yuliati Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
-
Gantikan Adies, Sari Yuliati Ditetapkan Jadi Wakil Ketua DPR RI dari Golkar
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka