Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengaku telah disetujui jadi Ketua Dewan Pengawas Kebun Binatang Ragunan.
Hal ini dikatakan Hashim setelah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/12/2017).
"Iya, ketua dewan pengawas. Sudah, sudah disetujui (Anies) beberapa bulan lalu," ujar Hashim di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Hashim mengatakan Anies ingin lebih dulu membuat kelompok kerja untuk mengkaji keadaan Ragunan saat ini. Hasil kajian tersebut nantinya diberikan kepadanya sebagai bahan evaluasi dan memulai perbaikan.
"Tapi beliau kan mau mengkaji setiap lembaga. Ada UPT yang harus dikaji kinerjanya. Tapi saya kira kita tinggal tunggu waktu (pengangkatan) saja ya," kata Hashim.
Hari ini merupakan pertemuan kedua adik kandung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tersebut dengan Anies di Balai Kota.
Pada pertemuan Kamis (26/10/2017) lalu, Hashim kepada wartawan mengatakan kedatangannya adalah untuk melamar menjadi Ketua Dewan Pengawas Kebun Binatang Ragunan.
"Saya sampaikan (keinginan) untuk memimpin Kebun Binatang Ragunan lagi. Saya melamar dan beliau setuju. Dalam waktu yang tidak lama lagi, saya akan jadi Ketua Dewan Pengawas Kebun Binatang Ragunan," ujar Hashim setelah bertemu Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Pada tahun 2013 atau era Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Hashim sudah menduduki posisi tersebut.
Tetapi pada akhir Desember 2014, ia memilih mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Daerah Taman Margasatwa Ragunan.
Berita Terkait
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual
-
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting
-
Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang