- Jampidsus Febrie Adriansyah belum ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi meskipun aparat penegak hukum telah memiliki bukti cukup.
- Pengamat Sri Radjasa Chandra menilai perlindungan politik dari tokoh kunci pemerintahan dan militer menghambat proses hukum tersebut.
- Penanganan kasus ini diduga menjadi instrumen politik untuk meredam konflik kepentingan terkait penyelidikan sensitif di tingkat elite.
Suara.com - Belum adanya status hukum terhadap Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, dalam pusaran dugaan korupsi memicu spekulasi liar.
Meski bukti disebut-sebut sudah mencukupi, penetapan tersangka yang dialkukan Polri tak kunjung terjadi.
Aroma tarik-menarik kepentingan politik tingkat tinggi diduga kuat menjadi rem pakem dalam kasus ini.
Praktisi dan pengamat intelijen, Sri Radjasa Chandra, menganalisis adanya tembok besar yang melindungi Febrie. Radjasa mengungkapkan bahwa posisi Febrie saat ini sangat strategis karena berada dalam lingkaran kedekatan dengan tokoh-tokoh kunci di pemerintahan dan militer.
Hashim Djojohadikusumo—adik dari Presiden Prabowo Subianto—serta sejumlah petinggi militer, menjadi faktor krusial mengapa Jampidsus itu seolah "tak tersentuh".
"Bisa jadi (faktor kedekatan dengan Hashim). Karena hari ini, Febrie sangat dekat dengan Hashim. Termasuk pimpinan milter. Termasuk dengan Menhan," ungkap Radjasa dikutip dari Yotube Forum Keadilan TV pada Jumat (10/7/2026).
Padahal, menurut pengamatannya, aparat penegak hukum sebenarnya sudah memegang kartu truf yang cukup untuk menyeret Febrie, bahkan hingag ke meja hijau.
"Kasus Febrie ini sudah jelas, diduga kuat ada keterlibatan Febrie dalam kasus kejahatan korupsi," tegas dia.
Namun, Sri mencium ada kejanggalan dalam manuver kepolisian. Penanganan kasus ini dinilai setengah hati dan dicurigai hanya menjadi instrumen penekan atau shock therapy bagi sang Jaksa Muda.
Baca Juga: KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
Lebih jauh, ia menengarai adanya gesekan kepentingan antara Polri dan pihak-pihak yang mencoba mengusut dugaan korupsi yang menyenggol nama Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Polri, dalam pandangan Radjasa, diduga menjadi alat untuk meredam eksistensi Febrie yang tengah membidik kasus-kasus sensitif.
"Polri melihat ada satu ancaman terhadap eksistensi Jokowi. Dalam beberapa kasus yang menyentuh persoalan hukum Jokowi. Contoh kasus Pertamina dan Nadiem," kata Radjasa.
Kondisi ini menciptakan situasi "saling kunci" di level elite. Di satu sisi ada dugaan tindak pidana yang nyata, namun di sisi lain ada benturan kekuatan politik yang membuat hukum tampak lumpuh.
Menutup analisisnya, Sri Radjasa mengajak publik untuk tidak lengah dan terus memelototi setiap perkembangan kasus ini agar tidak berakhir menjadi komoditas barter politik di ruang gelap.
"Mudah-mudahan dengan mereka berkonflik, terungkap semuanya," pungkasnya.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan
-
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?
-
KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta
-
ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun
-
Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi
-
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan
-
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?
-
KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya
-
Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal