Suara.com - Aparat kepolisian rutin menggelar razia di berbagai daerah Indonesia, untuk menjaga ketertiban berlalu lintas.
Namun, selain melakukan razia, Polri juga tampak menggiatkan kampanye agar setiap pengendara mau memenuhi segala persyaratan saat berkendara. Salah satunya melalui video-video kampanye yang disebar melalui media sosial.
Agar banyak ditonton khalayak, tak jarang Polri membuat video kampanye yang unik. Satu video terbaru kampanye tertib lalu lintas yang unik itu dibuat dan disebar Satlantas Belitung.
Dalam video yang disebar melalui akun Instagram satlantas_belitung, Rabu (13/12/2017), tampak tiga polisi menilang seorang pengendara sepeda motor sembari berjoget diiringi lagu dangdut yang tengah ”in”, yakni ”Jaran Goyang”.
Video itu diawali oleh seorang pengendara motor melintasi sejumlah ruas jalan tanpa menggunakan helm. Pengendara itu juga diperlihatkan kerap melanggar ketentuan keamanan seperti menerobos lampu lalu lintas.
Setelah dihentikan polisi bernama Reno Irawan, pengendara itu mengatakan, "Apa salah saya pak?"
”Hah, apa salahnya?,” kata Reno, dan selanjutnya berpose seperti orang tengah berpikir.
Adegan selanjutnya memperlihatkan Reno dan kedua polisi lain berjoget diiringi lagu ”Jaran Goyang” yang dipopulerkan pendangdut Nella Kharisma.
Baca Juga: Komentar Partai Golkar soal Setnov Dituding Pura-Pura Sakit
Mereka berjoget untuk menunjukkan bahwa si pengendara menyalahi aturan, lantaran tak memakai helm.
"Jaran goyang, eh salah, arang pakai helm maksudnya," tulis administrator akun @satlantas_belitung, sebagai keterangan video.
Hingga berita ini diunggah, video tersebut viral di media-media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan