Suara.com - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Mayjen Purn Djoko Setiadi berharap lembaganya punya kewenangan penindakan terhadap kejahatan dunia siber yang dapat mengancam keamanan nasional. Salah satunya dalam menangani terorisme yang melakukan aksinya dengan memanfaatkan dunia maya.
"Karena kalau ada badan siber tidak bisa menindak juga percuma," kata Djoko Setiadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1/2018).
Mantan Kepala Lembaga Sandi Negara ini menuturkan, pihaknya sejak lama melakukan antisipasi dan menindak serangan siber yang meresahkan masyarakat dan dapat merugikan negara. Bahkan, lanjut, jaringan teroris sekarang mulai banyak bergerak melalui siber untuk melakukan aksi terornya.
"Kalau ada serangan siber dari manapun ya harus kami hadapi dengan teknologi. (Terorisme melalui siber) pasti ada," ujar dia.
Selama ini, penindakan aksi terorisme ditangani oleh Polri melalui tim Datasemen Khusus 88 Antiteror. Namun selanjutnya, BSSN akan aktif mendeteksi aksi kelompok teror melalui dunia siber.
"Arahan Bapak Presiden (ditangani) bersama, nanti kami lihat perkembangannya ke depan," kata dia.
Dia berhadap, BSSN ke depan tak hanya mendeteksi kejahatan siber, namun juga bisa melakukan penindakan.
"Mestinya badan siber berwenang. Jadi bisa menindak langsung, bisa menangkap, dan kami serahkan ke pemerintah," kata dia.
Baca Juga: #HoaxMembangun, Komentar Bos Badan Siber Jadi Lelucon di Twitter
Tag
Berita Terkait
-
Bongkar Penampakan Ijazah Gibran dengan Alumni MDIS Singapura, Apakah Sama?
-
Riwayat Pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School Disorot, Ini Fakta dan Profil Sekolahnya
-
Di Balik Kontroversi Ijazah Gibran Rakabuming Raka, Ini Profil Kampus MDIS Singapura
-
Jawaban Pengacara Jokowi Soal Ijazah Bikin Refly Harun Geram: 'Aneh
-
Dokter Tifa Sebut Jokowi Hanya Bisa Dihancurkan Orang Gila
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
-
Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya
-
Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!
-
Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi