Suara.com - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengkritik Presiden Joko Widodo yang mengumumkan membeli motor modifikasi Motor Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper buatan bengkel lokal. Menurut, Fahri, Jokowi hanya pencitraan.
Dalam akun Twitternya yang diunggah, Minggu (21/1/2018) malam, Fahri menantang Jokowi untuk melindungi modifikator motor lokal dari industri motor Jepang.
"Saya mau lihat apa bapak berani Melindungi mereka dari kekejaman industri motor Jepang? Jangan mejeng aja pak... pasar monopoli dan oligopoli-nya dilawan yuk... Saya ingat kasus mobnas sampai Texmaco Dihajar sampai mampus...pemerintah bisa apa?" ketik Fahri.
Nettizen pun ada yang menentang, tapi ada juga yang tak suka dengan komentar mantan politisi PKS itu.
"Bang fahri, elo kalau nyinyir terus kayak gini jadi teringat gue sama emak-emak yang lagi dapet PMS, tapi anehnya elo kok pakai celan panjang terus sih. Sekali-kali pakai rok plus lipstik dech baru kelihatan feminim dan sexy," komentar @Murti_tyo8983.
Jokowi membeli motor itu dengan alasan karya anak bangsa. Motor dirancang 2 bengkel modifikasi di Jakarta, Elders Garage dan Kick Ass Chopper. Motor itu dibeli Jokowi seharga Rp140 juta.
"Saya membeli produk karya anak-anak bangsa untuk meningkatkan brand value," ujar Jokowi, Sabtu kemarin.
Berita Terkait
-
Jokowi Tetap Resmikan Tol, Padahal Seharusnya Jam Istirahat
-
Jokowi Minta Tol Bakauheni-Palembang Rampung Sebelum Asian Games
-
Resmikan Tol, Jokowi Menumpang Helikopter ke Lampung Selatan
-
Ingin Didatangi Jokowi, Lampung Diprediksi Hujan Lebat dan Petir
-
Resmikan Tol, Jokowi Bertolak ke Ujung Selatan Pulau Sumatera
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali