Suara.com - Pihak SMPN 2 Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meliburkan seluruh siswanya selama satu minggu karena kasus kesurupan yang sering menimpa siswanya.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Lubuk Besar, Afriadi Sintong mengatakan, belakangan ini sejumlah siswa sering kesurupan sehingga sekolah terpaksa meliburkan siswa selama satu minggu penuh.
"Kami meliburkan siswa atas persetujuan Dinas Pendidikan Bangka Tengah karena khawatir kasus kesurupan ini menimbulkan korban karena kondisinya sudah parah," katanya dilansir Antara.
Sebelum diliburkan pihaknya, sambung Afriadi, sudah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Bangka Tengah dan diambil keputusan seluruh siswa diliburkan selama satu minggu.
"Keputusan siswa diliburkan, karena pihak sekolah akan mengatasi kasus ini sehingga benar-benar aman dan siswa tidak merasa takut lagi kembali bersekolah," katanya.
Pihaknya, lanjut Afriadi, belum bisa memastikan seperti apa kronologis kasus yang membuat banyak siswa kesurupan, karena saat ini masih mencari tahu apa pemicunya.
"Yang pasti meliburkan siswa selama seminggu ini bukan keputusan sepihak, tetapi sudah dimusyawarahkan bersama Dinas Pendidikan untuk kebaikan bersama," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara