Suara.com - Kasus pelecehan seksual seorang pasien oleh oknum perawat di Rumah Sakit National Hospital Surabaya beberapa waktu lalu ternyata bukanlah yang pertama kali terjadi di rumah sakit tersebut.
Jauh sebelum kasus itu terkuak, terdapat laporan seorang calon perawat yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dokter di RS tersebut. Maraknya kasus pelecehan yang terjadi di rumah sakit,
Komisioner Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang juga pembina Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Indah Sukmaningsih, menegaskan pentingnya penerapan standar operasi dan prosedur (SOP) dalam pelayanan pasien.
Ia mengatakan dalam SOP pelayanan kesehatan, pasien berhak ditemani oleh keluarganya ketika diperiksa oleh dokter, apalagi yang berbeda jenis kelamin. Menurutnya hal ini dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan termasuk potensi adanya pelecehan seksual.
"Karena kan kalau dibius pasien nggak sadar. Jadi hak pasien untuk ditemani anggota keluarganya ketika diperiksa atau dilakukan tindakan oleh tenaga medis," ujar Indah pada temu media di PB Ikatan Dokter Indonesia, Kamis (1/2/2018).
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Moh. Adib Khumaidi merinci beberapa SOP dalam pelayanan kesehatan antara lain ketika mengobati pasien berbeda jenis kelamin maka dokter harus didampingi oleh perawat yang satu jenis kelamin dengan pasien. Hal yang sama juga berlaku pada pasien.
"Lembar persetujuan tindakan medik harus disampaikan juga ke pasien terkait tindakan apa yang akan dilakukan. Itu sudah tercantum di SOP pelayanan kesehatan," tambah dia.
Terkait kasus dugaan pelecehan yang dilakukan dokter terhadap perawat di Surabaya, Adib mengatakan, IDI Jawa Timur tengah melakukan investigasi ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan dokter tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran, IDI berhak memberikan sanksi disiplin dan sanksi etik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan