Suara.com - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya akan memeriksa pihak kontraktor proyek Light Rapid Transit (LRT). Ini berkaitan dengan bocornya pipa gas bumi PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan MT. Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (12/3/2018) malam.
Sampai kini, polisi telah memeriksa 6 saksi terkait insiden itu. Enam saksi yang dimintai keterangan merupakan orang yang melihat kejadian saat pipa gas tersebut bocor.
Polisi juga sudah memeriksa pegawai PGN dan pekerja yang bertugas memperbaiki pipa gas tersebut.
"Sudah memeriksa 6 saksi (kasus bocornya pipa gas miik PGN) masih dalam penyelidikan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (14/3/2018).
Setelah itu, polisi juga berencana memeriksa kontraktor proyek LRT. Pasalnya diduga bocornya pipa gas tersebut karena disebabkan pengeboran tiang pancang proyek LRT yang digarap PT. Adhi Karya.
"Ya nanti (pemeriksaan) arahnya ke sana (kontraktor proyek LRT)," kata Argo.
Namun, Argo belum bisa menyimpulkan dugaan adanya kelalaian dalam proyek LRT terkait kebocoran pipa gas yang letaknya persis di depan gedung Badan Narkotika Nasional.
Argo hanya meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan kasus tersebut.
"Nanti kita tunggu ya setelah semuanya selesai," katanya
Baca Juga: Baru 65 Persen, Proyek LRT Penunjang Asian Games Diyakini Siap
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim