Suara.com - Dua pelapor berkukuh tidak akan mencabut laporannya ke Polda Metro Jaya, meski Sukmawati Soekarnoputri telah meminta maaf atas puisi berjudul ”Ibu Indonesia” yang dianggap menistakan agama.
Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari meminta agar polisi tetap menindaklanjuti laporannya terhadap putri mendiang Presiden pertama RI Soekarno tersebut.
"Katanya sudah minta maaf ya, Sukmawati. Ya tetap proses jalur hukum, tetap berlanjut dong. Saya pengin hukum ditegakkan ya," kata Amron saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (4/4/2018).
Menurutnya, permintaan maaf yang disampaikan Sukmawati tak akan memengaruhi pendiriannya untuk memproses hukum puisi tersebut.
Sebab, Amron menganggap tak mudah untuk mencabut laporan di kepolisian meski Sukmawati sebagai terlapor sudah melayangkan permintaan maaf.
"Kalau semuanya cuma selesai dengan kata maaf, terus equality be for the law (kesetaraan dalam hukum) bagaimana. Artinya, persamaan kita di muka hukum itu bagaimana. Tidak bisa dong seenaknya saja. Katakan sudah meminta maaf, itu bukan berarti selesai kasus ini," tuturnya.
Pengacara bernama Denny Andrian Kushidayat, yang juga melaporkan Sukmawati ke Polda Metro, enggan mencabut pelaporannya.
"Tidak akan mungkinlah dicabut, jadi saya pikir beliau sudah parah. Ibu Sukmawati sudah parah, sudah sepantasnya dia mengikuti prosedur hukum," kata Denny saat dikonfirmasi Suara.com.
Baca Juga: Laporkan Sukmawati ke Bareskrim, Tim Pembela Habib Rizieq Takbir!
Secara pribadi, Denny mengakui menerima permintaan maaf Sukmawati. Namun, dia berharap laporannya tetap ditindaklanjuti polisi.
"Ya kalau manusia dengan manusia, Insyaallah kami maafkan. Tapi proses hukum harus tetap berjalan. Paling tidak seperti itu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan