Suara.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur melibatkan ahli kejiwaan untuk memeriksa kejiwaan pembacok Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Tajuddin, Muhammad Rudiyanto. Jika terbukti sakit jiwa, kasus tidak akan diteruskan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan akan mengusut tuntas kasus ini.
"Kami akan usut tuntas kasus penyerangan itu. Dan saya menghimbau masyarakat tidak mengaitkan dengan kejadian sebelumnya," terang Barung Mangera, Rabu (4/4/2018).
"Saat ini, peristiwa itu menjadi perhatian Kapolda Jatim dan pimpinan Polri," tambah Barung.
Pelaku yang diketahui bernama Muhammad Rudiyanto ditengarai memiliki gangguan kejiwaan. Untuk memastikannya, pihak kepolisian telah menerjunkan dua tim khusus untuk mengkroscek hal itu.
"Kami akan libatkan dua tenaga ahli dari Universitas Airlanggas dan RS Bhayangkara Surabaya untuk memeriksa kejiwaan pelaku," terangnya.
Polisi akan menghukum pelaku bila ditemui unsur kesengajaan ataupun seandainya pelaku dinyatakan tidak mengidap gangguan jiwa. Polisi bisa mempercepat penyelidikan.
Sebelumnya, Ustad Tajuddin, ulama di Sidoarjo, Jawa Timur, dibacok memakai kapak saat menjadi imam salat Magrib di Masjid Baitul Ridwan Kedungsari, Desa Penambangan, Kecamatan Balong Bendo, Senin (2/4/2018).
Tajuddin mengalami luka sobek di kepala bagian belakang. Sementara Rudi langsung ditangkap jemaah dan diserahkan ke Polsek Balongbendo. (Achmad Ali)
Baca Juga: Jadi Imam Salat Magrib, Ustaz Tajuddin Dibacok Pakai Kapak
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?