Suara.com - Presiden Joko Widodo mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan permohonan uji materi terkait aturan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), bersifat final dan mengikat.
Dengan begitu, pemerintah akan segera menjalankan putusan tersebut. Adapun gugatan itu sebelumnya diajukan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba dan Carlim dengan nomor perkara 97/PUU-XIV/2016.
"Sehingga pemerintah punya kewajiban untuk menjalankan keputusan itu," ujar Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).
Jokowi minta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk mendengarkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan dan organisasi keagamaan yang ada di tanah air.
Setelah Ratas selesi, kepada wartawan Tjahjo mengatakan sudah bertemu dengan enam perwakilan tokoh agama yang diakui di Indonesia. Kemudian, ia juga sudah bertemu dengan perwakilan warga yang menganut aliran kepercayaan.
"Terdata ada 138 ribu sekian yang menganut aliran, tapi juga ada aliran kepercayaan yang agama Islam, Kristen, Hindu berkumpul dalam satu aliran juga ada. Kalau itu KTP-nya masuk KTP agama masing-masing," kata Tjahjo.
Meski begitu, Tjahjo mengatakan ada penganut kepercayaan yang menganggap bukan bagian dari agama Islam, Hindu, Kristen. Dengan begitu, nantinya di kolom agama pada KTP akan ditulis Ketuhanan yang Maha Esa.
"Fisiknya nggak berubah tapi hanya itu saja. (Masuknya di kolom) kepercayaan dong. Karena agama kan bukan kepercayaan," kata dia.
Tjahjo menjelaskan, tidak semua penduduk harus merekam ulang identitas untuk KTP. Hanya penganut kepercayaan yang dipersilahkan untuk memperbarui identitasnya.
Baca Juga: Buntut Marak Penipuan Umroh, Wakapolri Datangi Menteri Agama
"Hanya untuk aliran kepercayaan saja dong. Karena ada daerah yang nggak masalah. Ada yang mau dikosongin juga boleh, mau disisi juga boleh. Tapi di Kuningan kan nggak mau, yang Sunda Wiwitan. Nggak boleh kalau nggak disebut agama. Makanya dia ajukan (gugatan) ke MK. MK mengatakan harus dicantumkan apapun keyakinannya ya," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan