Suara.com - Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin terus memonitor kinerja jajarananya terkait pemberantasan peredaran minuman keras oplosan yang telah menewaskam 89 orang di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan, Syafruddin mengaku akan mencopot Kapolda dan Kapolres yang tidak becus menangani kasus peredaran miras oplosan.
"Apa boleh buat tapi kalau tidak serius ada laporan akurat tidak serius ya kita ganti," kata Syafruddin saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (15/4/2018).
Syafruddin mengaku sudah membentuk tim internal di Mabes Polri untuk memantau kinerja seluruh pejabat di kepolisian dalam kasus miras oplosan.
Dari hasil pemantuan, kata Syafruddim baru hanya Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat yang serius mengusut tuntas kasus peredaran miras oplosan.
"Tim dari Mabes untuk melihat keseriusan para Kapolda Kapolres kalau ada satu ini serius tapi yang saya lihat yang paling serius Jawa Barat ya sama Jakarta Metro Jaya. Yang lain saya minta dia serius, karena saya yakin itu di tempat lain ada banyak," kata dia.
Dia pun mencontohkan keseriusan Polda Metro Jaya dan Polda Jabar yang rutin menggeler razia miras hingga ke pelosok-pelosok. Syafruddin pun meminta Polda-polda lain tiru upaya pemberantasan miras secara masif itu.
"Saya lihat di Jabar itu sampai Polsek polsek, operasi besar-besaran saya apresiasi kepada Kapolda Jabar dan Kapolda Metro, itu jadikan proyek, jadikan contoh," kata dia.
Berita Terkait
-
Polri Kerahkan Sepertiga Kekuatan Berjaga Selama Asian Games 2018
-
Sandiaga Uno Dukung Wakapolri yang Serius Berantas Miras Oplosan
-
Wakapolri Copot Kapolda dan Kapolres Jika Tak Serius Atasi Miras
-
Data Terkini, Akibat Miras Oplosan 89 Orang Tewas
-
Wakapolri: Jangan Sampai Ibadah Umat Islam Terganggu Miras
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI