Suara.com - Laura, warga Petojo, Jakarta Pusat yang merupakan korban pembunuhan sadis ternyata tak lama lagi akan menikah. Dia berstatus calon istri seseorang.
Calon suaminya adalah Stevanus (24) yang merupakan pembunuh Laura. Stevanus membunuh calon istrinya itu lantaran sakit hati. Stevanus merasa harga dirinya sering direndahkan korban.
"Motif sakit hati karena beberapa kali direndahkan harga dirinya oleh korban," kata Kapolsek Tambora Kompol Iver Manossoh kepada Suara.com, Senin (7/5/2018).
Dari pengakuan pemuda tersebut, Laura kerap mengungkit-ungkit soal dana pernikahannya yang rencananya akan digelar di Jakarta pada Agustus 2018 mendatang. Keduanya sudah melangsungkan pranikah.
"Dianggaplah si laki-laki ini nggak ngapa-ngapain. Nggak punya uang buat bantu pernikahan. Kayak gini omongannya. 'Elu nggak ngapa-ngapain lagi'. Pokoknya kalau tiap kali berantem itu suka diungkit-ungkit soal dana pernikahan," kata dia.
Setelah sakit hati dan bertengkar, Stevanus pun membunuh Laura, Kamis (3/5/2018) kemarin. Laura ditikam dan mayatnya dibuang.
Jasad Laura ditemukan mengambang di bibir Pantai Shangrila, Serang, Banten, Kamis (3/5/2018) pagi. Saat ditemukan warga, jasad wanita paruh baya itu sudah dalam keadaan gosong dengan usus yang terburai.
Berita Terkait
-
Tak Ada Garis Polisi, Rumah Besar Si Cantik Laura Selalu Tertutup
-
Darah Tercecer di Pantai, Si Cantik Laura Diseret Dibuang ke Laut
-
Mayat Si Cantik Laura Ditemukan Gosong dengan Usus Terbawa Ombak
-
Kesaksian Warga Pantai Sebelum Mayat Laura Ditemukan
-
Pantai Shangrila, Lokasi Mayat Laura Mengambang Jadi Angker
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat