Masuknya ke dalam daftar hitam mantan perdana menteri dan istrinya di tengah-tengah bocornya rencana penerbangan yang menunjukkan bahwa mereka berencana ke Bandara Internasional Halim Perdanakusuma di Jakarta pada pukul 10 pagi hari ini.
Pasangan itu melakukan perjalanan menggunakan jet pribadi yang dioperasikan oleh Premiair. Premiair adalah perusahaan milik Peter Sondakh, yang juga bos PT Rajawali Corp.
Rencananya, Najib Abdul Razak mengatakan bahwa ia akan mengambil waktu istirahat sejenak dengan menghabiskan waktu bersama keluarganya. Dari pengakuannya, mantan perdana meteri Malaysia ini sudah cukup lama tidak berkumpul dengan saudara-saudaranya.
"Rekan Barisan Nasional saya dan saya berkomitmen untuk menghormati kehendak rakyat dan memfasilitasi peralihan kekuasaan yang lancar. Kepentingan terbaik Malaysia dan rakyatnya akan selalu menjadi prioritas pertama saya dan saya berniat untuk terus melayani mereka dalam kapasitas apa pun yang saya bisa," katanya dalam posting Facebook pada Sabtu (12/5/2018) pagi.
Ketua Barisan dan Presiden Umno itu mengatakan bahwa dia berharap untuk persatuan negara setelah periode yang sempat memecah belah dan meminta maaf atas segala kekurangan serta kesalahannya. Dia juga berterima kasih kepada seluruh warga Malaysia, atas kesempatan untuk memimpin negara tersebut.
"Ini adalah kehormatan seumur hidup saya untuk melayani Anda dan Malaysia," katanya.
Seperti diketahui, Umno menderita kekalahan terbesarnya setelah Barisan gagal mencapai mayoritas untuk membentuk Pemerintah Federal di GE14 yang baru-baru ini berakhir. [Malaysiakini/Asiaone]
Baca Juga: Eks PM Malaysia Najib Razak Ke Jakarta Sabtu Pagi Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan