Suara.com - Presiden Joko Widodo menghadiri acara buka bersama di kantor DPD Partai Golkar Jakarta, di Jalan Pegangsaan Barat No.4, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018). Acara tersebut juga dihadiri puluhan pengusaha serta anak-anak muda yang kreatif, inovatif dan visioner.
Pantauan Suara.com, Jokowi tiba di lokasi acara sekitar pukul 16.30 Wib. Ia datang didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Setibanya di kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jokowi yang mengenakan jaket Sea Games berwarna kuning itu, langsung diarahkan menuju pelataran untuk menandatangani batu prasasti Ruang Joko Widodo di kantor DPD Golkar DKI.
Usai menandatangani prasasti itu, Jokowi kemudian diarahkan menuju lantai III, tempat acara inti digelar.
"Selamat datang dan terima kasih kepada bapak Presiden yang telah hadir di rumah Partai Golkar. Kami laporkan bapak Presiden, rumah ini mendapatkan juara desain Parpol terbaik, bukan hanya di Indonesia, tapi di Asia dan dunia oleh majalah kritikus arsitektur ternama versi art daily," kata Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Airlangga mengatakan, acara kali ini diselenggarakan sebagai kelanjutan dari ide besar Jokowi, dengan tema Making Indonesia 4.0.
"Ini merupakan sosialisasi lebih lanjut dan pengenalan secara langsung bapak presiden dengan para pelaku-pelaku muda dalam ekosistem Indonesia 4.0," ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, sejak pertama kali diluncurkan oleh Jokowi pada 4 April, roadmap tersebut diberikan nama making Indonesia 4.0 serta telah menarik beberapa kalangan, baik di dalam maupun di luar negeri dan mendapatkan respon secara positif.
"Making Indonesia 4.0 ini terus menerus menjadi perbincangan dan kami terus melakukan sosialisai ke seluruh Indonesia dan dunia internaional," tutur Airlangga.
Airlangga kembali memperkenalkan tokoh-tokoh muda yang keretif di bidangnya masing-masing.
"Bapak Presiden, dapat kami laporkan yang hadir disini adalah tokoh-tokoh muda terdepan. Kami sebut tokoh-tokoh muda ini who is who, digital Indoensia ada di rumah ini pak. Jadi tokoh-tokoh muda yang ada disini adalah ujung tombak Indonesia 4.0," ujar Airlangga.
"Dan tokoh-tokoh muda ini akan menjadi pemimpin negeri pasca 2030 yaitu pada saat Indonesia berusia seabad. Beberapa diantara mereka akan menjadi pemimpin dan champion dunia digital kita," tambah Airlangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan