Suara.com - Pasca-kebakaran yang melanda Gedung Pusat Niaga Pekan Raya Jakarta (PRJ) sejumlah pekerja bangunan di gedung tersebut terpaksa diliburkan.
Ucok (42), salah seorang penjaga keamanan pintu 1 Gedung Pusat Niaga PRJ mengatakan, pekerja bangunan diliburkan mulai Rabu (6/6/2018) hari ini.
"Semua diliburkan, karena gedung ini dalam tahap akhir penyelesaian. Tapi karena kebakaran kemarin semua karyawan sepertinya diliburkan," ujar Ucok kepada Suara.com di halaman Gedung Pusat Niaga, Jalan Binyamin Sueb, Pademangan Timur, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).
Namun Ucok tidak tahu secara pasti alasan kenapa beberapa karyawan tersebut diliburkan.
Sementara dari pantauan Suara.com, sejumlah pengunjung masih tampak berdatangan untuk mengunjungi kawasan Gedung PRJ. Selain itu, sejumlah pekerja even PRJ juga sudah mulai tiba.
Hanya saja, sejumlah awak media dilarang masuk dan mengambil gambar dari dekat gedung. Petugas keamanan yang menjaga pintu depan mencegah setiap ada awak media yang mencoba masuk.
"Maaf rekan media kami belum izinkan untuk melakukan liputan dan mengambil gambar apapun," ujar seorang petugas keamanan yang enggan menyebut identitasnya.
Rabu (5/6/2018) sore, api melalap lantai tujug Gedung Niaga PRJ. Tak kurang dari 20 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api. Saat kejadian, dilaporkan ada lima orang sempat terjebak namun berhasil dievakuasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan