Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Bara Hasibuan mengakui kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama empat tahun terakhir patut diapresiasi. Khusuanya pada pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah di Indonesia.
Bara kemudian menyinggung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini disampaikan Bara saat diskusi publik dengan tema 'Indonesiasentris, Fakta atau Hoaxs?' di Patra Jasa Office Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018). Acara ini diselenggarakan oleh Relawan Arus Bawah Jokowi.
"Memang harus kita akui, masa pemerintah sebelumnya ada semacam kecenderungan kurang memperhatikan secara geografis, ada semacam ketimpangan yang dibiarkan," ujar Bara.
Menurut Bara, pembangunan ekonomi dan sosoal saat ini tidak hanya dirasakan masyarakat di Pulau Jawa. Melainkan di seluruh daerah, salah satunya di Indonesia baguan timur.
"Selama ini pembangunan ekonomi dan sosial itu sangat sentris di Pulau Jawa dan berbagi daerah di Indonesia. Kita tahu di pemerintahan Jokowi terjadi satu perubahan yang sangat fundamental, terasa sekali," jelas dia.
Selain itu, anggota DPR komisi VII dari Dapil Sulawesi Utara ini menyebut langka Jokowi memfokuskan pembangunan infrastruktur selama ini sudah tepat.
"Jadi perlu ada prioritas untuk Indonesia Timur. Dan betul sekali Pak Jokowi ada prioritas, dan itu betul sekali dengan infrastuktur," kata dia.
"Apakah itu (pembangunan) Bandara, pembangunan di pemerintahan sebelumnya mungkin mandek dan stuck (karena) ada regulasi, kemudian diubah oleh Pak Presiden. Kelebihan Pak Jokowi memang saya lihat selalu berfikir out of the box," Bara menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus