Suara.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengimbau kepada pemudik untuk tidak menggunakan kecepatan tinggi di setiap tol fungsional.
Dari pantauannya, usai gerbang tol fungsional Kertasari banyak pengemudi yang menggunakan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Padahal di sepanjang jalan tol sudah terpasang rambu-rambu untuk mengendarai kendaraan minimal 40-60 kilometer per jam.
Sebab, kata dia, jarak antar jalan tol dengan sampingnya cukup tinggi. Apabila terjadi kecelakaan, nantinya petugas akan kesulitan untuk mengevakuasi.
"Level antara jalan tol dengan di bawahnya cukup tinggi, ada yang bisa sampe 10 meter. Kalau misalnya kecelakaan itu agak susah escapenya, di bawah ada sawah, ada perumahan," ujar Budi di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018).
Sebenarnya, fasilitas keselamatan di sepanjang tol fungsional sudah terpasang. Akan tetapi Budi tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol fungsional untuk berhati-hati.
"Jadi, walaupun masih fungsional, fasilitas keselamatan sudah terpasang, ada rambu tapi sifatnya rambu sementara. Tapi tidak usah persoalkan rambunya sementara, minimal dikuti saja itu," katanya.
Budi memperkirakan akan ada penumpukan kendaraan di gerbang tol Kertasari, Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Sabtu hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap
-
Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS