Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan non aktif Puan Maharani mengharapkan rencana pertemuan dirinya dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto bisa terlaksana sebelum atau pada saat Lebaran.
Puan mengatakan sementara ini ia belum bisa memastikan waktu dan tempat pertemuan tersebut dapat terlaksana. Sebab, baik Prabowo maupun dirinya sendiri masih sibuk.
"Ini masalahnya tanggalnya, Pak Prabowo juga sibuk. Saya juga ada kegiatan. Tapi kami berdua sudah menyampaikan bahwa ada keinginan untuk bertemu," kata Puan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2018).
Ia memastikan tak ada perkara lain yang menghambat pertemuannya dengan Prabowo, selain kesibukan masing-masing.
"Jadi ini lebaran tinggal berapa hari lagi. Kalau bisa bertemu sebelum atau saat Lebaran ya Alhamdulillah. Tapi kalau kemudian belum bisa ya, ini karena waktu saja. Insya Allah secepatnya," tutur Puan.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu tak menjelaskan secara detail tujuan dan hal-hal yang akan dibicarakan dengan Prabowo. Namun ia mengklaim dekat dengan Prabowo dan kerap berdiskusi soal persoalan bangsa.
"Saya belum ketemu pak Prabowo. Belum ngobrol langsung. Biasanya saya bicara langsung dengan pak prabowo. Bagaimana kemudian hal-hal untuk bangsa ini ke depan, tujuan masa depan ini ke depan. Tahun 2009 lalu saya juga sering ngobrol dengan beliau," kata Puan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?