Suara.com - Penumpang arus balik Lebaran 2018 sudah mulai meramaikan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Hingga pukul 08.00 WIB, pada H+3, Selasa (19/6/2018), penumpang balik yang sudah tiba di Stasiun Kampung Rambutan hampir 45 ribu penumpang.
"Kalau penumpang yang tiba di terminal, hingga pagi tadi pukul 08.00, H+3 ini sudah 44.932 penumpang," kata Wakil Komandan Regu Dinas Perhubungan DKI, yang bertugas di Posko Lebaran Terminal Kampung Rambutan.
Para penumpang diangkut oleh 1.575 bus dari berbagai wilayah di Indonesia. Jika dibandingkan dengan H+1, jumlah penumpang yang tiba pada H+2 semakin banyak.
Pada H+1, jumlah penumpang yang tiba adalah 17.492 orang, sementara H+2 jumlahnya mencapai 22.044 penumpang.
"Kalau H+3 hari ini, hingga pukul 08.00 WIB baru 5.396," kata Fadil.
Menurutnya, tahun lalu, ada 86 ribu orang yang berangkat dari terminal ini, sementara tahun 2018, 99 ribu orang yang berangkat.
"Sementara yang terlihat kembali sekarang, baru 58 ribu orang sejak H1. Yang paling kelihatan kemarin (18/6/2018), saat shift satu pagi, sudah tiba 12.175 orang tiba di terminal ini," kata Fadil.
Berita Terkait
-
Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan
-
Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam
-
Cerita Pemudik di Arus Balik Lebaran, One Way dan Contraflow Bikin Arus Balik 2026 Lancar
-
Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
-
Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol untuk Arus Balik Idulfitri 2026 dalam Kondisi Baik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara