Suara.com - Partai Demokrat mengklaim melakukan sebuah terobosan dengan mengusulkan sebuah koalisi alternatif. Caranya dengan memasangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres 2019.
Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menjelaskan koalisi alternatif terobosan dari politik terbangun terpola sejak 2014. Koalisi alternatif itu sifatnya kerakyatan.
"Koalisi kerakyatan harus dibangun untuk membuat terobosan politik yang baik dan benar," kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari dalam pernyataan persnya, Selasa (3/7/2018).
Demokrat menilai JK sosok yang saling mendukung dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada 2003-2004 dan bersama dalam proses rekonsiliasi konflik.
Sementara Agus Yudhoyono merupakan sosok muda dengan pengetahuan militer dan administrasi yang dapat mendukung ekonomi kreatif. Apalagi 40 persen masyarakat di Indonesia merupakan generasi milenial.
Imelda menuturkan wacana pasangan JK-AHY muncul usai Pilkada Serentak 2018, yakni pada 28 Juni 2018 dan didukung suara dari bawah, sementara majelis tinggi Partai Demokrat belum memutuskan.
Keputusan koalisi, kata Imelda, akan disampaikan menjelang pemenuhan persyaratan pilpres awal Agustus 2018 dengan melihat koalisi petahana dan oposisi.
Dalam koalisi, dikatakannya, SBY menekankan pentingnya membangun visi dan misi bersama serta sikap saling percaya tanpa harus mengunci dan membatasi pergerakan partai.
"Kalau dengan koalisi tidak bisa lagi menyatakan menolak, itu yg membuat kami parpol merasa sudah dikunci," tutur Imelda.
Baca Juga: PPP: Wacana Pasangan JK - AHY Tak Memiliki Prospek
Partai Demokrat menilai politik sangat cair sehingga sebaiknya memberikan peluang untuk ketua umum partai yang berharap menjadi capres berpindah-pindah koalisi.
Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai terdapat hal yang perlu dipertimbangkan JK apabila menyambut positif koalisi alternatif tersebut, seperti perpecahan dalam Golkar. Ia berpendapat apabila Jusuf Kalla berkeinginan berpasangan dengan Agus Yudhoyono, sebaiknya dipastikan internal Golkar solid terlebih dahulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini
-
Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK
-
Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz