Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa kali berada dalam satu mobil dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, ketika menghadiri acara bersamaan.
Fenomena itu memunculkan spekulasi politik. Spekulasi yang merebak adalah, JK dan Anies bakal menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2019.
Namun, Anies secara tegas membantah spekulasi tersebut. Ia mengatakan, kerap semobil dengan JK karena kantor mereka berdekatan.
Selain itu kata Anies, rumah dinasnya sebagai gubernur dengan JK berdekatan alias bertetangga. Rumah dinas Anies berada di Jalan taman Suropati. Sementara JK di Jalan Diponegoro, Menteng.
"Kami mah tetangga kok, tetangga kantor, tetangga rumah," ujar Anies di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (4/7/2018) malam.
Karenanya, kata Anies, hal yang wajar kalau dia dan JK kerap bersama-sama dalam satu mobil.
"Jadi kalau sudah selesai acara pulang kan normal," tukasnya.
Anies dan JK tepergok berada di dalam satu mobil saat menghadiri acara Halalbihalal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (4/7/2018).
Tak hanya itu, JK dan Anies juga semobil saat hadir dalam Halalbihalal sekaligus Haul Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Selasa (3/7/2018) malam.
Baca Juga: Datangi Kominfo, Tik Tok Janji Buka Kantor di Indonesia
Pada kesempatan lain, JK juga terlihat satu mobil saat mengantar Anies pulang ke Balai Kota seusai meninjau sejumlah venue Asian Games 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara