Suara.com - Sejak Rabu 27 Juni 2018 Gunung Agung kembali erupsi. Hingga saat ini gunung api di Provinsi Bali itu terpantau terus mengeluarkan abu vulkanik. Akibat hujan abu vulkanik itu, ratusan hektar tanaman milik warga di Desa Pempatan, Rendang, Karangasem mati.
Sejumlah tanaman seperti singkong, jeruk, cabai hingga pohon sengon di desa yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak Gunung Agung itu tampak mengering dan mati.
Abu vulkanik juga terlihat menutupi atap rumah warga hingga terlihat kusam dan kotor.
Kadek Martam salah satu petani desa Pempatan mengatakan, semua tanaman mati akibat terkena hujan abu.
"Tanaman seperti cabai sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Sudah rusak semua tidak bisa dipanen lagi," kata Kadek di Karangasem, Sabtu (7/7/2018).
Melihat kondisi itu, Kadek mengaku tidak tahu dengan pasti berapa jumlah kerugian akibat tanamannya yang rusak karena hujan abu vulkanik.
"Kami belum menjumlah berapa total kerugian kami akibat hal ini," kata dia.
Selain merusak tanaman warga, tebalnya abu vulkanik juga menyebabkan rerumputan di desanya mengering hingga tidak bisa diambil lagi sebagai pakan ternak.
"Para peternak tidak bisa ambil rumput di sini karena mati. Mereka harus mencari rumput ke hutan untuk mencari pakan ternak," katanya lagi.
Baca Juga: Ducati Monster Edisi Ulang Tahun Diproduksi Terbatas, Harganya?
Dengan kondisi itu, Kadek amat berharap dan beroda peristiwa erupsi Gunung Agungs segera berakhir.
"Dulu pada tahun 2017 kami sudah mengalami hal ini. Dan kejadian itu terulang lagi sekarang. Semoga cepat selesai," harap Kadek. (Luh Wayanti)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan