Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan angkat bicara soal sikap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali maju menjadi calon Presiden di Pilpres 2019 mendatang.
"Itu jalannya yang sudah dipilih ya, biar saja. Itu jalan yang beliau sudah pilih, kita hormati saja," kata Zulkifli saat ditemui di Gedung Nusantara V, MPR RI, Minggu (8/7/2018).
Selain itu, dukungan TGB mendapat kritikan dari kubu lawan Jokowi. Mengingat pada Pilpres 2014, TGB jadi Tim sukses Prabowo.
TGB lewat akun Instagramnya @tuangurubajang menjawab kritikan tersebut. Dalam video yang disertai penjelasan, TGB menyampaikan kepada para tokoh-tokoh yang terjun dalam politik Indonesia untuk berhenti mengutip ayat-ayat perang.
Terkait pernyataan TGB itu, Zulkifli pun meminta Gubernur NTB itu agar tidak mengkritik tokoh-tokoh lain.
"Pak TGB kita hormati yang dia pilih, tapi jangan menjelekan yang lain. Nanti menjelekan, cermin retak kan susah," ujar dia.
Untuk diketahui, TGB menyatakan dukungan kepada Joko Widodo untuk menjadi Presiden dua periode. Dia menyampaikan, Jokowi perlu didukung karena telah melaksanakan pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian Timur, khususnya di NTB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!