News / Nasional
Sabtu, 07 Juli 2018 | 17:34 WIB
Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 memantik banyak reaksi. Salah satunya dari Persaudaran Alumni (PA) 212.

Nama TGB dikabarkan telah dicoret dari daftar capres yang diusung PA 212. Ini adalah buntut pernyataan dukungan TGB untuk Jokowi.

Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin justru menyindir PA 212. Ia mempertanyakan status PA 212 saat ini dengan berkelakar.

"Apa urusannya dengan alumni-alumni itu, masih ada itu sekolah ya? Alumni apa?," kata Ngabalin di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018).

Ngabalin meminta untuk tidak lagi membahas isu-isu perihal pemecatan TGB dari PA 212. Sebab menurutnya isu tersebut tidak membantu kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pakailah lah isu-isu yang bagus dalam mengantarkan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ngabalin.

Tak hanya PA 212, Ngabalin juga ikut menyinggung Amien Rais. Ia menilai Amien telah melibatkan PA 212 untuk menjalankan misi politiknya.

"Mangkanya saya keberatan kalau Pak Amin Rais menggunakan Persaudaraan Alumni 212 untuk mendeklair menunjuk capres-cawapres. Saya keberatan karena tokoh-tokoh yang baik itu manusia-manusia yang lisan dan perbuatannya bisa diikuti oleh rakyat," imbuh Ngabalin.

Baca Juga: Teco Janjikan Penampilan Persija Lebih Baik Hadapi Sriwijaya FC

Load More