Suara.com - Dua dari tiga pelaku begal bermodus tuduh korban meremas payudara perempuan dihadiahkan timas panas lantaran dianggap melawan ketika ditangkap. Polisi bahkan menembak kedua kaki Ahmad Stofian (22) yang berperan sebagai eksektor dalam kasus begal yang menimpa warga bernama Alif Jaja Taufik Ramadhan.
"(Ahmad) luka tembak pada bagian kaki kanan dan kiri," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Rabu (11/7/2018).
Sedangkan pelaku lain yang ikut dilumpuhkan polisi adalah Karno alias Tato (34) yang berperan sebagai penadah dari hasil kasus begal bermodus menuduh korban meremas payudara wanita.
Selain Ahmad dan Karno, polisi juga meringkus seorang pemuda bernama Arif Aquruddin (21) karena tururb terlibat dalam kasus pembegalan tersebut. Peran Arif dalam kasus ini membonceng Ahmad saat melancarkan aksi kejahatan.
Secara terpisah, Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Guruh Candra Kencana, para pelaku ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di Jakarta.
"Iya semua pelaku ditangkap di Jakarta, tapi lokasinya berbeda," kata Guruh.
Dalam kasus pengungkapan kasus ini, polisi menyita sepeda motor Honda Vario dan sebuah telepon genggam milik korban yang sempat dirampas para pelaku.
Ahmad dan Arif dijerat Pasal 364 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Sedangkan Karno dijerat Pasal 480 KUHP tentang Penadahan dan terancam pidana penjara maksimal 4 tahun.
Aksi begal ini terjadi saat Alif sedang melintas menggunakan sepeda motor di Jalan DR. Soetomo Raya, Karang Timur, Tangerang, Banten, Senin (9/7/2018). Saat di tengah jalan, kedua pelaku menghentikan laju kendaraan korban. Saat berhenti, pelaku menuduh korban mirip anggota komunitas sepeda motor yang telah meremas payudara Desi, teman wanita para pelaku.
Baca Juga: Pelaku Begal Payudara di Medan Mengaku Onani Usai Beraksi
Alih-alih membuktikan tuduhan itu, Ahmad dan Arif mengajak korban untuk menemui Desi. Namun, saat di dalam perjalanan, kedua pelaku justru menurunkan korban dan berpura-pura meminjam motor korban untuk menjemput teman wanitanya yang disebut korban pelecehan anggota klub motor Honda Vario. Bahkan, Ahmad dan rekannya mengancam akan memukuli korban bila hendak berusaha kabur.
Tak hanya merampas sepeda motor korban, sebuah telepon genggam milik korban juga dibawa kabur kedua pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan