Suara.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir tengah menjadi incaran KPK lantaran diduga memiliki keterkaitan dengan kasus suap proyek PLTU Riau 1 yang menyeret nama anggota komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.
Pada Minggu (15/7/2019) lalu, rumah Sofyan digeledah KPK, kemudian menyusul kantor PLN pusat turut digeledah sehari sesudahnya.
Terkait hal tersebut, Sofyan mengatakan bahwa dirinya akan memasuki masa pensiun.
“Setahun lagi saya pensiun, tapi saya ingin pensiun baik-baik,” kata Sofyan kepada wartawan, Senin (16/7/2018) malam.
Sofyan menceritakan, selama tiga setengah tahun memimpin perusahaan pelat merah ini, dirinya mengaku sudah mengerjakan banyak hal.
Salah satunya ialah tidak menaikan harga tarif dasar listrik (TDL) bagi masyarakat kurang mampu. Meskipun bahan baku pembuat listrik mengalami kenaikan. Bahkan ia menjamin TDL tidak akan naik sampai 2019 nanti.
“Batu bara naik 60 persen, ICP naik 30 persen, kurs naik menjadi Rp 14 ribuan, inflasi. Kalau dipikir oportuniti lossnya besar. Tapi kami cari efisiensi dengan dukungan pemerintah. Salah satunya DMO batu bara,” katanya.
Menurut Sofyan, efisiensi yang dilakukan PLN menimbulkan dampak positif pada pelanggan. Selain TDL tidak naik, selama kepemimpinannya pemadaman listrik sudah tidak ada lagi.
“Kami yakin negara akan bantu kami. Yang penting efisiensi PLN hilang pemadaman seluruh Indonesia,” ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin