Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate tantang partai pesaing capres Joko Widodo untuk segera mencari dan memutuskan satu nama calon wakil presiden. Ia hanya mendengar calon-calon yang ditawarkan sebagai cawapres malah sibuk 'sikut-sikut'an.
Berdasarkan pengamatannya di ranah publik, Johnny malah melihat bakal calon wakil presiden malah saling mengancam agar terpilih oleh capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Ia melihat hal tersebut malah membuat ketidakpastian dalam pembentukan koalisi partai penantang Jokowi.
"Cawapresnya segera dalam short list jangan samapai saling mengancam. Kita dengar di ruang publik ada yang saling mengancam yang akhirnya membuat ketidakpastian koalisinya itu sendiri," kata Johnny di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Selasa (17/7/2018).
Johnny pun meminta kepada tetangga sebelah untuk tidak terus menampilkan kekisruhan dalam perumusan nama-nama cawapres.
Sebab rakyat terus menanti apa program yang akan dijanjikan dari paslon capres dan cawapres bukan hanya drama pemilihan tokoh-tokohnya.
"Jangan lama, rakyat nunggu ini program nya untuk segera ditampilkan. Kita kontestasi tapi kepentingan rakyat justru di program. Apa yg ingin disampaikan pada mereka untuk pegangan mereka nanti pada saat memilih," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?