Suara.com - Lagi-lagi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyindir Presiden Joko Widodo. Kali ini Fahri menyindir Jokowi perihal pidatonya di depan relawan pendukung Jokowi.
Fahri mengatakan, Jokowi hanya didukung oleh para relawan yang kuat hanya karena uang. Akan tetapi, Fahri meramalkan Jokowi akan ditinggalkan oleh para partai politik yang selama ini mendukungnya.
"Pidato jokowi adalah pertanda bahwa dia hanya akan didukung oleh relawan yg banyak uang bikin konsolidasi...tapi akan ditinggal parpol...lihat saja 5 hari ke depan," kata Fahri dalam akun twitter pribadinya yang diunggah pada Minggu (5/8/2018) pukul 11.45 WIB.
Ia pun sempat melontarkan kritikan kepada kalimat dalam pidato Jokowi yang sempat membuat kontroversi. Dalam pidatonya, Jokowi sempat mengatakan "tidak usah menjelekkan orang lain, tapi kalau diajak berantem juga berani".
Kalimat itu memicu Fahri mengomentari sosok Jokowi sebagai pribadi yang selalu ingin dipuji, yang dipilih. Namun tidak mau menghadapi masalah.
"Baginya ya penting dia yang utama, yang dipilih. Tapi ada masalah tidak berani berhadapan. Dia memalukan!," kata Fahri Hamzah.
Untuk diketahui, Jokowi melakukan pidato tertutup di depan ratusan relawan pendukung Jokowi di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018) kemarin.
Dalam acara tersebut, Jokowi meminta para relawan untuk bisa bersatu, militan dan kerja keras.
Selama acara berlangsung, awak media diminta meninggalkan ruangan tersebut lantaran acara berlangsung tertutup. Tak lama berselang beredar video potongan arahan Jokowi yang meminta relawannya siap berantem.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus