Suara.com - Usai menemui dan mengucapkan selamat pada Ganjar Pranowo di rumah dinasnya beberapa waktu lalu, Mahfud MD kembali kumpul dalam gelaran Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila, di Malioboro Jogjakarta, Selasa (7/8/2018), malam.
Gelaran itu juga dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, mereka makan bareng secara lesehan bersama ribuan warga dengan 357 tumpeng di 17 titik di Kota Yogyakarta.
Sultan menyampaikan bahwa semuanya harus bersedia duduk bersama, sebagai manifestasi pengamalan Pancasila. Tidak peduli apakah dia rakyat maupun pejabat.
"Kawulo itu warga seluruh masyarakat. Kalau pejabat itu kumawulo, itu merek
a (pejabat) bagian dan mengabdi untuk sampeyan semua. Supaya masyarakat Yogya dalam mencari makan tetap merasa aman dan nyaman. Dan yang duduk di sana sangat paham itu. Kalau jadi pemimpin itu jangan hanya bisa mengibarkan bendera sendiri, tapi bendera yang lain agar semua makmur," kata Sultan, merujuk pada seluruh bupati dan walikota se- Yogyakarta yang berlatar kader partai politik.
Melanjutkan ungkapan kebangsaan, Sultan menegaskan bahwa Yogya tunduk pada negara Republik Indonesia, ideologi Pancasila dan undang-undang.
"Ngayogyakarta mengakui itu dengan tulus kepada Kawulo Ngayogyakarta jangan khianati ketulusan Ngayogyakarta," kata Sultan.
Sementara itu, Ganjar yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) mengaku Yogya selalu menampilkan hal-hal yang asyik.
"Ini sangat menarik. Jogja banget. UGM atau alumninya UII, Pemprov Jogja bisa bareng-bareng memberi warganya untuk mengajak makan bersama," katanya.
Baca Juga: Nazar, Beryl Ngontel dari Jatinangor - Bojonegoro Temui Ganjar
Malam itu sebagian besar warga Yogyakarta diajak untuk makan bersama. Bukan hanya di jalan Malioboro, Dhahar Kembul tersebut dilakukan di 17 titik dengan 357 tumpeng. Seperti memberi isyarat bahwa pemerintah harus menjamin semua rakyatnya bisa makan.
"Apa yang disampaikan Sultan sangat bagus sekali, semua diberi kesempatan bisa mencari makan yang setara," katanya.
Menurut Ganjar, acara Dhahar Kembul tersebut merupakan suatu cara menyampaikan kepada publik, mestinya ber-Pancasila itu tidak membeda-bedakan.
"Ini isyarat, begini lho ber-Pancasila, saling menghormati saling menghargai. Mereka bisa bergembira bersama," katanya.
Karena pentingnya esensi acara tersebut, Ganjar pun turut menyelenggarakan acara serupa yang juga mandat dari Sultan.
"Saya sudah dipesen, Mas habis ini di Jawa Tengah. Oh siap, Insyaallah September nanti," katanya. [Adam Iyasa]
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Nazar, Beryl Ngontel dari Jatinangor - Bojonegoro Temui Ganjar
-
Ditanya soal Cawapres Jokowi, Mahfud: Ada Ini di Kantong Saya
-
Potongan Tumpeng untuk Mahfud MD, Sinyal Jadi Cawapres Jokowi?
-
Ganjar Ditemui Mahfud MD Setelah Dinyatakan Sah Menang Pilgub
-
Mahfud MD : Saya Belum Pernah Bahas Pilpres 2019 dengan Jokowi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan