Suara.com - Maruf Amin, bakal calon wakil presiden, menyindir kubu lawannya, bakal calon presiden Prabowo Subianto, yang tak memilih calon wakil presiden yang direkomendasikan ijtimak GNPF Ulama.
Maruf Amin mengatakan, sejak awal, kubu Prabowo selalu menyebut menghargai para ulama. Namun, pada akhirnya justru memilih bakal cawapres yang tak direkomendasikan ulama, yakni Sandiaga Uno.
"Ada belah sono bilang menghargai ulama, tapi usul ijtimak ulamanya tidak didengerin. Malah wakilnya bukan ulama," kata Maruf Amin saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).
Maruf Amin menjelaskan, beda sikap yang ditunjukkan oleh Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi tak pernah banyak bicara, namun apa yang dipesankan oleh para ulama selalu dikerjakan.
Maruf menganggap, penunjukan dirinya sebagai cawapres menjadi penghargaan tertinggi pada para ulama. Hal itu menunjukkan Jokowi sosok yang benar-benar menghargai ulama.
"Penunjukkan saya ini saya anggap sebagai penghargaan pada ulama. Enggak pernah ngomong dia tapi dia kerjain, silahturahmi pada ulama," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi
-
KPK Klaim Ada Perkembangan Baik Penanganan Kasus Kuota Haji
-
Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh
-
Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses
-
Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak
-
Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel
-
Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih
-
Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah