Suara.com - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jawa Timur memperkenalkan sembilan artis, yang terdaftar sebagai bakal calon legislatif DPR RI dari daerah pemilihan Jatim pada Pemilu 2019.
"Terdapat sembilan artis yang maju dari dapil Jatim untuk di Senayan, tapi lainnya juga banyak publik figur berbagai profesi," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Nasdem Jatim Ipong Muchlissoni, di sela-sela perkenalan Caleg DPR RI Partai Nasdem Dapil Jatim di Surabaya, Sabtu (11/8/2018).
Sembilan artis tersebut yakni Manohara Odelia Pinot mewakili daerah pemilihan Jatim I (Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo); Lucky Perdana dan Yuli KDI mewakili daerah pemilihan Jatim III (Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso); Ferly Putra bersama Imelda Soraya mewakili daerah pemilihan Jatim IV (Kabupaten Jember dan Lumajang).
Kemudian, Vena Melinda mewakili daerah pemilihan Jatim VI (Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar); Ratna Listy mewakili daerah pemilihan Jatim VIII (Kabupaten Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten dan Kota Mojokerto).
Berikutnya, Tessa Kaunang mewakili daerah pemilihan Jatim IX (Kabupaten Bojonegoro dan Tuban), serta Elma Theana mewakili daerah pemilihan Jatim X (Kabupaten Gresik dan Lamongan).
Menurut Ipong, adanya kalangan artis yang ingin terjun ke politik melalui Partai Nasdem karena memang sangat membutuhkan orang-orang hebat dari berbagai profesi sehingga semakin membantu mewujudkan gerakan restorasi Indonesia.
Bupati Ponorogo tersebut juga mengakui terkejut, terhadap kapabilitas dan kompetensi caleg-caleg Nasdem dari kalangan artis karena memiliki pandangan hebat serta bermulti talenta.
"Sebelum masuk NasDem, kami mewawancarainya dan tanya motovasinya. Di luar dugaan ternyata mereka memiliki pandangan tersendiri terhadap bangsa ini, seperti Ratna Listy yang ternyata penulis buku dan Manohara yang selama ini berkecimpung di dunia peduli lingkungan," ucapnya.
Dengan masuknya bakal caleg artis, kata dia, diharapkan mampu mendongkrak perolehan kursi di DPR RI dari Jatim, yang saat ini jumlahnya tujuh kursi menjadi 15 kursi sesuai target yang ditetapkan.
Baca Juga: Jelang Hari Penutupan GIIAS 2018, Ini Dia Miss Auto Show
"Kalau melihat komposisi sekarang, kami sangat optimistis dan yakin mampu meraih 15 kursi, bahkan melebihi target," ujarnya seperti diberitakan Antara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah
-
Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara
-
PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?
-
Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR